Ukuran dan Analisa Celah pada Busi (Spark Plug)

Pada busi atau spark plug terdapat celah busi yang merupakan celah/jarak antara elektroda tengah dan elektroda massa. Celah busi ini digunakan agar arus listrik tegangan tinggi dapat melompat dari elektroda tengah ke elektroda massa. Dimana lompatan arus listrik ini menghasilkan percikan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi.

Analisa Celah busi terlalu kecil
Celah busi yang kecil memerlukan tegangan pengapian yang rendah. Bila celah busi terlalu kecil, tegangan cadangan (voltage reserve) menjadi tinggi, dan bunga api yang dihasilkan lemah (kecil) sehingga kesalahan pengapian bisa terjadi karena sangat sedikit jumlah campuran bahan bakar yang bisa dicapai oleh bunga api busi. Lebih lanjut lagi karena campuran udara dan bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna, akan membuat kandungan HC pada emisi gas buang akan meningkat.

Celah Busi
Celah Busi
Analisa Celah busi terlalu besar
Jika celah busi terlalu besar berarti membutuhkan tegangan tinggi untuk proses pengapian. Dalam hal ini tegangan cadangan jadi rendah. Walaupun dalam proses pengapian hasilnya bagus, kondisi ini kemungkinan juga terjadi bahaya kesalahan pengapian (misfiring). Tetapi jika sistem pengapian tidak dapat memeuhi kebutuhan tersebut motor akan tersendat-sendat pada beban penuh. Celah busi yang terlalu besar akan mempercepat kerusakan isolator-isolator bagian tegangan tinggi karena dibebabi tegangan pengapian yang besar. Dan membuat motor lebih sulit untuk dihidupkan.

Ukuran celah elektroda biasanya berkisar antara 0,7 - 1,1 mm. Celah elektroda secara presisi dan optimal ditentukan oleh pabrik. Untuk lebih tepatnya harus melihat buku manual dari kendaraan yang bersangkutan.
Load disqus comments

0 comments