Shock Absorber (Shock Breaker) Pada Supensi

Shock Absorber (shock breaker) yang jika di Bahasa Indonesiakan berarti peredam kejut, merupakan salah satu komponen utama dalam sistem suspensi. Semua kendaraan pasti ada komponen ini. Shock absorber berkolaborasi dengan pegas (spring), ada berbagai macam pegas yang digunakan pada kendaraan seperti pegas daun, pegas coil, dan pegas batang torsi.

Seperti yang telah saya share sebelumnya tentang Fungsi Sistem Suspensi Pada Kendaraan, bahwa suspensi memiliki fungsi penting diantaranya adalah menyerap kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atau bergelombang untuk membuat berkendara semakin nyaman dan nikmat. Suspensi juga berfungsi untuk meningkatkan cankeraman roda terhadap jalan.

Fungsi shock absorber/shock breaker.
Di dalam suspensi terdapat pegas yang berfungsi untuk menyerap kejutan dan getaran agar tidak diteruskan ke body-body kendaraan. Apabila suspensi kendaraan hanya terdapat pegas saja tanpa shock breaker maka kendaraan akan bergerak naik turun atau dalam bahasa jawa disebut mentul-mentul, sehingga bukannya kenikmatan yang didapat tetapi mabuk yang didapat, he he. Untuk meredam atau melawan oskilasi (gerak naik turun) yang disebapkan pegas saat menyerap kejutan dari jalan ditambahlah shock breaker didalam suspensi kendaraan.

Shock Absorber (Shock Breaker)
Shock Absorber (Shock Breaker)
Cara kerja shock absorber/shock breaker.
Jika shock breaker (jenis hidraulis) dibongkar maka didalamnya terdapat cairan, dimana cairan ini biasanya disebut dengan minyak shock absorber. Untuk itulah biasanya salah satu kerusakan yang terjadi pada shock absorber adalah kebocoran minyak.

Dengan cairan inilah shock absorber jenis ini dapat menyerap oskilasi yang dihasilkan pegas melalui tahanan aliran minyak yang melalui orifice (lubang kecil) pada waktu piston bergerak di dalam silinder shock absorber.
Cara Kerja Shock Absorber
Cara Kerja Shock Absorber
Perhatikan gambar di samping ini, untuk mengetahui cara kerja dari shock absorber.

Pada saat kompresi/turun (gambar yang atas), maka piston bergerak turun dan katup (valve) terbuka sehingga minyak dapat mengalir dengan lancar, sehingga tidak terjadi peredaman.

Pada saat naik (expansi), maka piston juga bergerak naik dan katup tertutup. Sehingga minyak akan melalui orifice (lubang kecil) saja, pada saat inilah terjadi peredaman oskilasi yang diakibatkan oleh pegas.

Diatas merupakan cara kerja daripada shock absorber tipe kerja tunggal (singgle action) dimana ia hanya meredap pada saat expansi saja, untuk shock absorber yang meredam pada saat expansi maupun kompresi adalah tipe kerja ganda (multiple action.

Tipe-tipe Shock Absorber
1. Menurut Cara Kerja
  • Shock absorber kerja tunggal (single action)
  • Shock absorber kerja ganda (multiple action)
2. Menurut Kontruksinya
  • Shock absorber tipe twin tube
  • Shock absorber tipe mono-tube
3. Menurut Medium Kerjanya
  • Shock absorber tipe hidraulis
  • Shock absorber berisi gas
Load disqus comments

0 comments