Tutup Radiator (Radiator Cap)

Tutup radiator (Radiator Cap)
Radiator dilengkapi dengan tutup radiator yang bertekanan dan menutup rapat pada radiator. Ini memungkinkan naiknya temperatur pendingin mencapai 100°C tanpa terjadi mendidih (suhu dan tekanan yang melebihi batas (tinggi)), itu artinya akan membuat mesin menjadi lebih cepat mencapai suhu kerjanya, dan menjaganya agar tidak terjadi over heating. Penggunaan tutup radiator bertekanan diutamakan sebab efek pendinginan radiator bertambah dan membuat perbedaan suhu serta tekanan antara udara luar dan cairan pendingin. Hal ni berarti ukuran radiator dapat berkurang (mengempis) tanpa mengurangi pendinginan yang diperlukan, dan juga bisa meledak karena tekanan yang berlebihan di dalam radiator. Untuk itu pada tutup radiator dilengkapi relief valve dan vacuum valve yang akan dijelaskan cara kerjanya berikut ini :
Cara Kerja Relief Valve

a) Cara kerja relief valve
Apabila mesin sudah panas dan air radiator sudah bersirkulasi, maka air pendingin temperaturnya akan meningkat dan akan menyebabkan tekanan yang berada di dalam radiator akan bertambah, bila tekanannya sudah mencapai 0,3 – 1,0 kg/cm2 pada 110 – 120°C (setiap tutup radiator mungkin memiliki spesifikasi tekanan yang berbeda-beda). maka tekanan tersebut melawan gaya pegas, sehingga akan membuat relief valve akan terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui overflow pipe, dan mengalirkannya ke dalam reservoir tank. Jadi relief valve berfungsi untuk menjaga agar tekanan dan didalam radiator tetap konstan (sesuai yang diijinkan) selama mesin hidup, dengan jalan mengalirkan uap air pendingin ke reservoir tank saat suhu dan tekanan di dalam radiator meningkat. Apabila relief valve sudah rusak/tidak berfungsi maximal maka kemungkinan yang pertama akan menyebapkan tekanan dan suhu yang berlebih di dalam radiator, hal ini akan menyebapkan uap air akan mudah keluar dan ditampung di dalam reservoir tank, apabila reservoir tank sudah penuh maka akan dibuang keluar, sehingga akan menyebapkan air pendingin cepat habis. Kemungkinan yang kedua (sebaliknya) akan menyebapkan peningkatan suhu dan tekanan air pendingin, sehingga fungsi pendinginan akan tidak maximal, bisa jadi akan menyebapkan mesin mengalami over heating (panas yang berlebih).


Cara Kerja Vacuum Valve
b) Cara kerja vacuum valve
Setelah mobil dimatikan (mengalami pendinginan), maka suhu dan tekanan air pendingin yang berada didalam radiator akan turun, dan volume air juga akan menurun sehingga akan membentuk kevakuman didalam radiator, kevakuman ini akan melawan (menarik) pegas yang akan menyebapkan membukanya vacuum valve dan menghisap air pendingin yang berada pada  reservoir tank. Apabila vacuum valve sudah rusak/fungsinya tidak maximal maka apabila mesin sudah dingin (dimatikan) air yang berada di dalam reservoir tank tidak dapat kembali lagi ke dalam radiator, ini akan menyebapkan air yang berada di dalam radiator akan kurang (bahkan lama kelamaan akan habis), serta tabung reservoir tanknya bisa bisa akan penuh bahkan sampai meluber (tumpah).

Mengingat begitu pentingnya kerja dari tutup radiator ini maka, setiap kali TUNE-UP tutup radiator harus diperiksa kinerjanya.
Load disqus comments

0 comments