Dukungan terhadap Keputusan Mahkamah Internasional maupun Mahkamah Pidana Internasional

Meneruskan yang kemaring tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional, sekarang saya ingin post lagi dengan bab yang sama tentang hukum internasional yaitu tentang  Dukungan terhadap Keputusan Mahkamah Internasional maupun Mahkamah Pidana Internasional.

Negara Republik Indonesia telah merumuskan empat tujuan negara, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Satu diantaranya yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Ketertiban dunia akan terwujud apabila negara-negara di dunia ini menjunjung tinggi hukum internasional, serta mematuhi keputusan-keputusan lembaga peradilan internasional yang seharusnya mengikat negara-negara itu. Keputusan Mahkamah Internasional maupun lembaga peradilan internasional lainnya bersifat mengikat, final, dan tanpa banding. Keputusan itu mengikat para pihak yang bersengketa dan hanya untuk perkara yang disengketakan. Final dan tanpa banding artinya telah merupakan putusan terakhir dan tidak dapat banding ke lembaga peradilan internasional lainnya. 

Jadi semua yang terkait dengan persengketaan itu wajib memenuhi keputusan lembaga peradilan. Pada akhir penyelesaian sengketa internasional, apabila negara yang bersengketa tidak menjalankan kewajibannya, negara lawan sengketa dapat mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB agar keputusan Mahkamah Internasional dijalankan, karena Mahkamah Internasional memang tidak dapat mengeksekusi keputusannya. Dewan Keamanan PBB dapat merekomendasikan agar keputusan itu diaksanakan atau menetapkan tindakan yang akan diambil. Tindakan yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB sebenarnya merupakan sanksi internasional. Sanksi-sanksi internasional diantaranya dapat berupa : a. Pemutusan hubungan diplomatik 
b.      Pengurangan bantuan ekonomi 
c.       Embargo ekonomi 
d.      Kesepakatan organisasi regional dan internasional 
e.      Pemboikotan produk ekspor
Load disqus comments

0 comments