Sumber-sumber Hukum Internasional

Sumber-sumber Hukum Internasional

Sumber-sumber hukum internasional diperuntukan bagi masyarakat internasional. Sumber-sumber hukum internasional adalah sumber-sumber hukum yang digunakan oleh makhamah internasional dalam memutuskan masalah-masalah yang timbul di dalam hubungan internasional.
Sumber hukum internasional dalam arti formal adalah sumber hukum dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. Menurut Brierly, sumber hukum internasional dalam arti formal merupakan sumber hukum paling utama dan memiliki otoritas tertinggi dan otentik yang dapat dipergunakan oleh Mahkamah Internasional.
Menurut riset Piagam Mahkamah Internasional Permanen disebutkan sumber-sumber hukum internasional dalam arti formal yang terdiri dari:
a.     Perjanjian Internasional.
b.    Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti dalam praktik umum dan diterima sebagai hukum.
c.     Asas-asas umum hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa beradab.
d.    Keputusan-keputusan hakim dan ajaran-ajaran pakar hukum internasional dari berbagai negara sebagai sarana perlengkap menetapkan hukum.
e.    Pendapat-pendapat para ahli hukum yang terkemuka.
Sumber-sumber hukum internasional dalam arti formal di atas dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan. Pertama, sumber hukum utama (primer) yang terdiri dari perjanjian internasional, kebiasaan-kebiasaan internasional dan asas-asas hukum umum. Kedua, sumber hukum tambahan (subsider) yang terdiri dari keputusan-keputusan hakim dan pendapat para ahli hukum terkemuka.
Menurut pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional Permanen tertanggal 16 Desember 1920, ada empat macam sumber hukum internasional, yaitu:
a.    Perjanjian Internasional baik yang bersifat umum maupun khusus, yang mengandung ketentuan hukum yang diakui secara tegas oleh negara-negara yang bersengketa.
b.    Kebiasaan internasional yang tebukti sebagai kebiasaan umum yang telah diterima sebagai hukum.
c.     Prinsip hukum umum yang diakui oleh bangsa-bangsa beradab.
d.    Keputusan peradilan internasional dan ajaran pakar hukum dari berbagai negara sebagai sarana pelengkap menetapkan hukum.

Load disqus comments

0 comments